Ambivert Adalah Gabungan Introvert dan Ekstrovert, Ini Pekerjaan yang Sesuai

Ambivert Adalah Gabungan Introvert dan Ekstrovert, Ini Pekerjaan yang Sesuai
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 28 March, 2024
Share

Selain introvert dan ekstrovert, ambivert adalah istilah yang kerap muncul ketika seseorang mencari informasi terkait tipe-tipe kepribadian. 

Selain itu, banyak pula yang menyebut jika ambivert adalah gabungan introvert dan ekstrovert. Benarkah demikian?

Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasan ini dan temukan apa arti ambivert hingga jenis pekerjaan yang cocok untuk tipe kepribadian tersebut.  


⁠Apa Itu Ambivert? 

Seorang karyawan dengan tipe kepribadian ambivert tampak serius menyimak penjelasan rekan kerjanya. (Sumber: Envato)

Mengutip dari Simply Psychology, ambivert artinya kepribadian seseorang yang berada di tengah-tengah ekstrovert ekstrem dan introvert ekstrem. 

Artinya, mereka tidak sepenuhnya ekstrovert ataupun introvert. Sebagai contoh, ambivert bisa bersosialisasi dengan banyak orang, tetapi juga merasa perlu untuk menyendiri. 

Selanjutnya, seperti dipaparkan pada laman Choosing Therapy, arti ambivert adalah seseorang yang menunjukkan keseimbangan yang kuat antara kepribadian introvert dan ekstrovert. 

Hal itu membuat orang dengan kepribadian ambivert memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai situasi di sekitar mereka. 

Dengan demikian, sangat tepat bila dikatakan bahwa ambivert adalah jenis kepribadian yang berasal dari gabungan introvert dan ekstrovert. 

Pasalnya, mereka memiliki kecenderungan untuk menikmati interaksi sosial. Namun, mereka juga juga bisa memperoleh energi dari waktu yang dihabiskan secara sendirian. 

Hal itu memberi seorang ambivert kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi, baik itu yang melibatkan interaksi sosial maupun kegiatan yang lebih introspektif.  


⁠Ciri-ciri ambivert 

Sayangnya, pemaparan detail terkait MBTI ambivert masih belum tersedia. Namun, berikut adalah ciri-ciri ambivert seperti dikutip dari Healthline:

Mampu berinteraksi secara sosial, tetapi juga suka menyendiri

Ambivert dapat bersosialisasi dengan lancar. Namun, mereka juga suka meluangkan waktu untuk menyendiri.

Contohnya, ketika seorang teman tiba-tiba menelepon dan mengajak keluar, seorang ekstrovert kemungkinan akan langsung menerima undangan tersebut tanpa ragu.

Sebaliknya, orang yang memiliki kepribadian introvert kemungkinan besar akan langsung menolak ajakan itu agar bisa me time di rumah.  

Sementara itu, ambivert bakal mempertimbangkan baik dan buruknya ajakan tersebut terlebih dahulu.

Mereka bisa saja memilih untuk pergi atau tetap tinggal di rumah, tergantung pada kebutuhan dan keinginan saat itu. 

Ahli dalam mendengarkan dan berbicara dengan baik 

Ciri-ciri ambivert lainnya adalah mereka termasuk pendengar dan pembicara yang baik. 

Jika ekstrovert cenderung suka berbicara dan introvert lebih suka mendengarkan, ambivert tahu kapan mereka harus berbicara dan kapan harus mendengarkan. 

Karena itu, ketika mendatangi sebuah pertemuan, hal pertama yang biasanya dilakukan ambivert adalah memberikan semangat atau komentar singkat kepada semua yang hadir. 

Kemudian, ia pun akan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara tentang tantangan atau masalah mereka sendiri. 

Dengan demikian, ia jadi tahu gaya komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan situasi saat itu. 

Sebagai pendengar yang baik, orang ambivert juga memberikan perhatian penuh kepada orang lain dan berusaha memahami dengan baik apa yang sedang mereka sampaikan. 

Orang dengan kepribadian gabungan introvert dan ekstrovert ini cenderung memberi ruang bagi orang lain untuk berbicara tanpa pernah menginterupsi. 

Tidak hanya itu, mereka juga selalu menunjukkan rasa empati yang tulus ketika mendengarkan pembicaraan orang lain.

Dari segi komunikasi, kemampuan seorang ambivert adalah berbicara secara jelas dan menunjukkan rasa percaya dirinya. 

Orang dengan kepribadian ambivert dapat menyampaikan pesan secara efektif, sambil mendorong orang lain untuk berpartisipasi dalam diskusi atau kegiatan yang sedang berlangsung.

Kemampuan tersebut membuat ambivert menjadi penggerak yang kuat dalam berbagai situasi komunikasi.

Pasalnya, mereka dapat menciptakan atmosfer yang membuat semua orang merasa lebih dihargai dan dilibatkan.

Memiliki rasa empati yang tinggi 

Sifat yang secara alami muncul dalam diri seorang ambivert adalah empati. Sifat itu memungkinkan mereka untuk mendengarkan dengan penuh perhatian dan menunjukkan pemahaman terhadap orang lain.

Sebagai contoh, ketika seorang teman menghadapi masalah, seorang ekstrovert cenderung langsung menawarkan solusi, sementara seorang introvert mungkin lebih memilih mendengarkan tanpa banyak bicara.

Namun, dalam situasi serupa, seorang ambivert akan terlebih dahulu mendengarkan dan kemudian mengajukan pertanyaan yang bisa membantu lawan bicaranya menemukan solusi.

Mereka juga selalu menunjukkan rasa simpati yang tulus terhadap perasaan dan pengalaman yang diungkapkan oleh lawan bicara. 

Lebih dari itu, orang dengan kepribadian ambivert sering kali berusaha untuk menempatkan diri dalam posisi lawan bicara dan mencoba memahami perspektif mereka. 

Itu artinya, ambivert tidak hanya mendengarkan, tetapi juga berusaha untuk melihat situasi dari sudut pandang orang lain.

Dengan demikian, mereka dapat memberikan dukungan dan bantuan yang tepat. 

Pintar menyesuaikan diri di berbagai situasi 

Salah satu kekuatan utama dari seorang ambivert adalah kemampuan dalam mengatur perilaku.

Mereka memiliki kemampuan alami untuk menyesuaikan diri dengan orang atau situasi yang berbeda.

Sebagai contoh, ketika naik lift bersama orang asing, seorang ekstrovert bisa saja memulai sebuah obrolan ringan dengan orang tersebut. 

Di sisi lain, seorang introvert mungkin lebih memilih untuk memakai earphone dan menghindari interaksi dengan orang lain.

Adapun seorang ambivert kemungkinan akan memilih salah satu dari dua opsi tersebut, tergantung pada orang yang ada di lift pada saat itu.

Kemampuan untuk mengatur perilaku ini memungkinkan ambivert untuk beradaptasi dengan berbagai situasi sosial.

Ambivert tidak terikat pada satu cara tertentu dalam berinteraksi dengan orang lain, melainkan mereka dapat menyesuaikan diri, sesuai dengan kebutuhan dan preferensi orang di sekitar mereka. 

Hal itu berarti ambivert bisa menjadi ekstrovert dalam situasi tertentu, di mana mereka merasa nyaman berada di tengah keramaian dan aktif berbicara dengan orang lain. 

Namun, mereka juga bisa menjadi introvert dalam situasi lain, di mana mereka lebih memilih untuk berdiam diri, mendengarkan, dan merenung. 

Kemampuan ambivert untuk beradaptasi dan bersikap fleksibel inilah yang membuat mereka bisa jadi anggota tim berharga dalam lingkungan kerja yang beragam. 

Dengan kemampuan ini, mereka dapat memberikan kontribusi yang berguna, sesuai dengan tuntutan situasi dan kebutuhan tim. 


⁠PerbedaanEkstrovert, Introvert, dan Ambivert di Dunia Kerja 

Seorang karyawan dengan kepribadian ambivert tampak percara diri di lingkungan kerja. (Sumber : Envato)

Setiap tipe kepribadian memiliki ciri dan sisi keunikannya sendiri. Dalam konteks dunia kerja, berikut adalah perbedaan kepribadian extrovert, introvert, dan ambivert:

1. Cara beradaptasi 

Dari segi cara beradaptasi, ekstrovert lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru dan dinamis.

Orang-orang dengan tipe kepribadian ekstrovert biasanya suka berinteraksi dengan banyak orang dan merasa nyaman menghadapi situasi yang membutuhkan kerja sama tim. 

Sebaliknya, orang introvert memerlukan waktu yang lebih lama untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. 

Mereka juga cenderung memilih mengamati situasi dan lingkungan kerja terlebih dahulu, sebelum akhirnya memutuskan berpartisipasi aktif dalam suatu diskusi atau interaksi sosial. 

Sementara itu, ambivert adalah orang yang bisa dengan mudah beradaptasi dengan berbagai jenis lingkungan kerja.

Mereka memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam berinteraksi dengan orang lain, tetapi juga mampu bekerja secara mandiri saat diperlukan. 

2. Cara mengamati situasi 

Dalam situasi yang memerlukan respons cepat, ekstrovert tergolong lebih sigap untuk mengambil tindakan. 

Namun, mereka mungkin lebih fokus pada interaksi dengan orang lain daripada melakukan pengamatan yang mendalam pada situasi tersebut. 

Hal ini berbeda pada orang introvert. Sebelum mengambil tindakan atau berpartisipasi aktif dalam sebuah situasi, seorang introvert akan berusaha melakukan pengamatan terlebih dahulu.

Maka dari itu, orang introvert juga dikenal sebagai pribadi yang suka memperhatikan detail dan meluangkan waktu untuk memproses semua informasi yang mereka terima sebelum akhirnya mengambil tindakan.

Karena merupakan gabungan introvert dan ekstrovertseorang ambivert juga memiliki kemampuan mengamati situasi dengan baik dan cepat menyesuaikan diri dengan kebutuhan yang ada.

Dalam konteks ini, seorang ambivert bisa memilih untuk hanya mengamati atau berprtisipasi aktif, tergantung pada situasi yang sedang berlangsung. 

3. Cara recharge energi 

Melansir Minds Soother, orang dengan kepribadian ekstrovert memperoleh energi dari orang laing dan lingkungan sekitar mereka.

Karena itu, ekstrovert sangat menikmati berada di antara keramaian atau banyak orang.  

Bersosialisasi dengan orang lain adalah cara terbaik untuk mengisi ulang energi seorang ekstrovert. 

Dalam kaitannya dengan dunia kerja, orang ekstrovert sangat cocok untuk proyek yang dikerjakan secara berkelompok atau mengandalkan kerja sama tim.  

Berbeda dengan extrovert, introvert memperoleh energi dari dalam diri mereka sendiri.

Itulah mengapa orang introvert tidak suka menghabiskan waktu terlalu lama di keramaian atau dengan banyak orang. Pasalnya, hal itu justru bisa menguras energi mereka.

Di sisi lain, orang ambivert bisa mengisi ulang enertgi mereka, baik itu lewat interaksi sosial ataupun dengan menghabiskan waktu sendirian.

Hal itu sangat bergantung pada kebutuhan dan situasi yang sedang terjadi di sekitar mereka. 

4. Sistem kerja 

Dalam aspek sistem kerja, ekstrovert lebih suka bekerja dalam tim atau mengerjakan proyek yang sifatnya kolaboratif. 

Mereka juga dapat memberikan kontribusi positif dalam membangun semangat tim dan memotivasi orang laing.

Di lain sisi, introvert lebih nyaman bekerja secara mandiri atau adalam kelompok kecil. Pasalnya, situasi itu membuat seorang introvert lebih mudah berkonsentrasi.  

Sementara itu, ambivert dapat bekerja maksimal, baik itu secara mandiri maupun dalam tim. 

Ambivert punya fleksibilitas tinggi karena memiliki kemampuan untuk berkontribusi terhadap pengambilan keputusan kelompok dan siap menyelesaikan tugas secara mandiri.


⁠Kelebihan Ambivert di Dunia Kerja 

Seorang karyawan wanita dengan kepribadian ambivert terlihat menikmati pekerjaannya. (Sumber : Envato)

Berikut adalah beberapa kelebihan ambivert yang membuatnya begitu dibutuhkan di dunia dunia kerja:

Punya hubungan yang lebih sehat dan stabil 

Ambivert memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan berbagai tipe kepribadian. 

Mereka bahkan dapat menyesuaikan gaya komunikasi dan interaksi mereka, sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi lawan bicara.

Hal itu membuat seorang ambivert mampu membangun hubungan yang lebih stabil dan sehat dengan rekan kerja, atasan, dan klien. 

Punya sistem manajemen kerja yang efektif 

Keistimewaan lain dari orang ambivert adalah kemampuan mereka untuk mengintegrasikan aspek-aspek dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. 

Mereka bisa menjadi pendengar yang baik saat diperlukan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berbicara dan mengambil inisiatif saat situasi mengharuskannya. 

Dengan memanfaatkan kedua aspek ini, ambivert tentunya dapat mengembangkan sistem manajemen kerja yang lebih efektif. 

Pasalnya, mereka mampu menyesuaikan strategi kerja sesuai dengan kebutuhan proyek, mengoptimalkan kolaborasi tim, serta memastikan pencapaian hasil yang lebih maksimal.  

Mampu menginterpretasikan situasi dengan kecerdasan yang baik 

Orang dengan kepribadian ambivert memiliki kemampuan dalam mengamati dan memahami situasi secara baik. 

Hal itu membantu mereka bertindak efektif dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan situasi yang sedang terjadi di lingkungan kerja. 

Mampu menjadi penengah yang baik  

Berkat kemampuan mereka dalam memahami perspektif yang berbeda dan mengelola konflik, ambivert sering kali menjadi penengah yang baik dalam mendamaikan perselisihan antara berbagai pihak. 

Dalam hal ini, ambivert juga dapat menggunakan keterampilan negosiasi mereka untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. 


⁠Kekurangan Ambivert

Seorang karyawan pria yang punya kepribadian ambivert sedang menikmati pekerjaannya. (Sumber : Envato)

Meski ambivert banyak dipuji karena fleksibilitasnya, bukan berarti kepribadian ini tidak memiliki kekurangan. 

Beberapa kekurangan atau kelemahan dari kepribadian ambivert adalah sebagai berikut: 

1. Kurang konsisten 

Karena posisinya yang berada di tengah-tengah introvert dan ekstrovert, ambivert cenderung memiliki sifat yang berubah-ubah. 

Akibatnya, mereka mungkin terlihat tidak konsisten, terutama dalam hal perilaku.  

Hal itu bisa terjadi karena ambivert punya kecenderungan untuk memberikan respons yang berbeda-beda, tergantung situasi yang terjadi di sekitar mereka. 

Sikap itu terkadang bisa membingungkan bagi orang lain yang berinteraksi dengan mereka. 

Pasalnya, orang lain jadi sulit untuk memprediksi bagaimana orang ambivert akan bertindak atau bereaksi terhadap sebuah situasi. 

2. Perasaan cepat berubah 

Suasana hati seorang ambivert cenderung cepat berubah. Pada satu waktu, mereka mungkin terlihat bahagia dan bersemangat. 

Namun, pada saat berikutnya, mereka bisa berubah menjadi murung atau stres. Pada akhirnya, hal itu dapat memengaruhi hubungan interpersonal mereka. 

Orang lain bisa merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan suasana hati ambivert yang tiba-tiba.

3. Sulit mengambil keputusan 

Perubahan suasana hati yang cepat bisa membuat ambivert merasa kesulitan atau bimbang saat mengambil keputusan. 

Pada suatu momen, mereka mungkin merasa sangat percaya diri dan yakin. Namun, ketika situasinya berubah, suasana hati mereka bisa ikut berubah sampai akhirnya muncul rasa khawatir atau keraguan. 

Kondisi tersebut dapat memengaruhi persepsi ambivert terhadap setiap situasi, yang pada akhirnya membuat mereka kesulitan untuk menentukan langkah selanjutnya. 


⁠Cara Mengembangkan Tipe Kepribadian Ambivert 

Seorang karyawan pria yang punya kepribadian ambivert tampak antusias di lingkungan kerja. (Sumber : Envato)

Jika kamu memiliki kepribadian ambivert, ikuti tips berikut ini agar bisa mengembangkan potensi diri dan memanfaatkan karakteristik tersebut untuk menunjang kariermu di dunia kerja. Berikut tipsnya:

1. Fokus pada kegiatan atau minat yang diinginkan 

Salah satu cara untuk mengembangkan kepribadian ambivert adalah fokus pada kegiatan atau minat yang sesuai dengan passion-mu. 

Dengan memiliki minat yang kuat terhadap sesuatu, ambivert dapat memusatkan semua energi dan waktu untuk mengeksplor apa yang mereka suka.

2. Mencoba lebih terbuka dalam menyampaikan mperasaan 

Cobalah untuk lebih terbuka dalam menyampaikan perasaan kepada orang lain. Kamu juga harus mencoba percaya diri ketika ingin mengutarakan pemikiran atau ide.

Pasalnya, sikap terbuka bisa memperkuat hubungan interpersonal dan memfasilitasi kolaborasi yang lebih baik di lingkungan kerja. 

3. Berusaha untuk mempertahankan sikap yang fleksibel 

Ambivert adalah pribadi yang fleksibel. Kualitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses adaptasi dengan berbagai situasi dan tuntutan yang ada di lingkungan kerja.


⁠Pekerjaan yang Cocok untuk Orang Ambivert 

Seorang karyawan yang punya kepribadian ambivert tampak serius ketika berdiskusi dengan rekan kerjanya. (Sumber : Envato)

Dari segi karakteristik, ambivert cenderung memiliki keseimbangan antara sifat ekstrovert dan introvert.

Hal itu membuat mereka memiliki kemampuan adaptasi dengan berbagai situasi, baik itu dalam interaksi sosial maupun saat memproses informasi secara mendalam.  

Berikut adalah daftar pekerjaan yang cocok untuk orang dengan kepribadian ambivert:

Psikolog atau terapis 

Orang ambivert secara alami memiliki empati yang tinggi. Hal itu membuat ambivert cocok untuk jenis pekerjaan seperti psikolog atau terapis. 

Mereka dapat menjadi pendengar yang baik ketika pasien menyampaikan keluh-kesahnya, sekaligus membantu memberikan solusi yang sesuai kebutuhan pasien. 

Pengacara 

Profesi pengacara membutuhkan kombinasi keterampilan interpersonal yang kuat dan kemampuan analitis mendalam.

Orang ambivert tentunya bisa meraih kesuksesan dalam bidang profesi hukum. Pasalnya, mereka memiliki kemampuan baik dalam hal negosiasi, komunikasi, dan pemahaman berbagai sudut pandang.

Interior designer 

Dalam bidang desain interior, ambivert bisa menggabungkan kemampuan mereka dalam berkomunikasi dan mendengarkan. 

Mereka bisa menyampaikan ide secara jelas dan efektif, sambil tetap memperhatikan keinginan klien. 

Sales 

Hasil studi Adam Grant, seorang profesor psikolgi University of Pennsylvania, menunjukkan bahwa pekerja dengan hasil penjualan tertinggi adalah mereka yang punya kepribadian gabungan introvert dan ekstrovert

Artinya, seorang ambivert cocok menggeluti pekerjaan di bidang sales. Hal itu tidak lepas dari kecenderungan ambivert yang bisa cepat akrab dengan orang baru.

Karakter itu tentu sangat berguna untuk pekerjaan sales ketika menghadapi atau melayani calon pembeli.

Seorang ambivert yang bekerja sebagai sales kemungkinan juga lebih mudah memahami kebutuhan dan keinginan pembeli karena punya skill komunikasi yang baik.

Marketing 

Seperti halnya bidang sales, ambivert juga dapat meraih kesuksesan di industri pemasaran

Pasalnya,  ambivert memiliki kemampuan untuk memahami pasar dan mengembangkan strategi komunikasi yang efektif.  

Selain itu, orang ambivert juga mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan tren, yang pada gilirannya dapat membantu mereka ketika merumuskan campaign untuk pasar yang ditargetkan. 

Guru 

Profesi seperti guru membutuhkan keterampilan komunikasi yang kuat dan kemampuan untuk memahami kebutuhan setiap siswa. 

Karena itu, pekerjaan guru cocok untuk seorang ambivert.  

Dengan kepribadian yang seimbang antara introvert dan ekstrovert, seorang ambivert tentu lebih mudah untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan bisa mendorong partisipasi aktif setiap siswa.  

Jurnalis 

Ambivert bisa menjadi jurnalis yang sukses karena  kemampuan mereka dalam memahami berbagai sudut pandang dan menghadapi beragam situasi. 

Melalui kemampuan tersebut, ambivert dapat menyesuaikan gaya jurnalistik mereka dengan kebutuhan cerita dan audiens yang mereka tuju.

Human Resources Department (HRD) 

Posisi HRD juga cocok untuk seorang ambivert. Pasalnya, ambivert dapat menggabungkan keterampilan komunikasi yang baik dan kemampuan membaca karakter orang lain. 

Dengan demikian, mereka akan mampu menciptakan lingkungan yang nyaman bagi karyawan.

Tidak hanya itu, mereka juga memiliki kepekaan yang lebih baik saat merekrut dan menempatkan individu di berbagai posisi.

Aktor/Aktris 

Profesi sebagai aktor/aktris juga cocok untuk seorang ambivert. Di satu sisi, ada momen di mana seorang aktor/aktris harus berinteraksi dengan banyak orang, baik itu saat latihan, akting, atau saat menghadiri sesi interview misalnya.  

Namun, ada waktu di mana mereka juga perlu menyendiri untuk me-review naskah atau melakukan latihan menghafal dialog. 

Karena ambivert memiliki kedua sisi dari spektrum sosialitas, baik itu introvert dan ekstrovert, mereka tentu dapat melakukannya dengan baik.  

Konselor 

Pekerjaan lain yang sering dianggap cocok dengan tipe kepribadian ambivert adalah konselor.

Secara garis besar, konselor adalah orang yang menyediakan bantuan kepada klien dengan teknik konseling tertentu.

Seorang ambivert cocok dengan pekerjaan konselor karena punya kemampuan komunikasi dan adaptasi di lingkungan yang menuntut interaksi intensif.

Ketika berhadapan dengan klien yang membutuhkan dorongan dan dukungan aktif, konselor ambivert dapat menyediakan energi dan motivasi yang diperlukan.

Di sisi lain, saat klien membutuhkan kehadiran yang lebih tenang dan reflektif, konselor ambivert mampu menawarkan pendengaran penuh perhatian dan pemahaman yang mendalam.

Fleksibilitas ini memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan klien dengan lebih efektif, sambil mempertahankan keseimbangan emosional dan energi yang diperlukan untuk pekerjaan konselor.

Creative director 

Seorang creative director perlu berinteraksi dengan klien dan tim dalam proses perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. 

Namun, di sisi lain, profesi ini juga membutuhkan waktu kerja sendiri untuk menghasilkan ide-ide yang gemilang.  

Dalam hal ini, ambivert tentunya sangat cocok untuk jenis pekerjaan seperti creative director.

Pasalnya, mereka memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai situasi, serta dapat berkomunikasi dan berkolaborasi secara baik dengan klien mapun anggota tim.  


⁠Kesimpulan 

Dalam dunia kerja, menjadi seorang ambivert dapat memberikan keuntungan yang signifikan bagi pengembangan karier. 

Dengan kemampuan adaptasi di berbagai situasi, ambivert tentunya dapat menjalin hubungan kuat dengan rekan kerja dan klien mereka.  

Di sisi lain, ambivert juga memiliki fleksibilitas dalam berkomunikasi, punya empati yang tinggi,  serta kemampuan untuk membaca situasi dengan baik. 

Karena itu, tidak salah jika ambivert dikatakan memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan produktif. 

Apakah kamu juga termasuk dalam jenis kepribadian ambivert? Semoga artikel ini bisa membantu kamu  memahami sisi kelebihan dari tipe kepribadian ambivert. 

Yuk, persiapkan diri kamu untuk menembus pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK. 

Kamu juga bisa mengakses ribuan konten pembelajaran gratis dan terhubung dengan pakar industri di KarirKu dalam aplikasi Jobstreet.

Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat. 

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!


⁠Pertanyaan Seputar Ambivert

  1. Apa itu ambivert dan contohnya?
    ⁠Ambivert adalah sifat seseorang yang memiliki karakteristik gabungan dari ekstrovert dan introvert. Contohnya, mereka bisa menampilkan sifat ekstrovert seperti suka bersosialisasi, tetapi juga mampu menunjukkan karakter introvert seperti menjadi lebih tertutup dan suka menyendiri. 
  2. Apa kekurangan orang ambivert?
    ⁠Kekurangan orang ambivert adalah:
    ⁠- Sulit mengatur rencana atau mengambil keputusan karena perubahan suasana hati yang cepat
    ⁠- Kadang kurang konsisten dalam tindakan
    ⁠- Kesulitan menemukan keseimbangan antara kebutuhan sosial dan waktu sendiri.
  3. Apa kelebihan orang ambivert?
    ⁠Kelebihan dari orang berkepribadian ambivert adalah:
    ⁠- Kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi
    ⁠- Memiliki keseimbangan dalam berinteraksi sosial dan refleksi diri
    ⁠- Mampu memahami kebutuhan orang lain maupun diri sendiri dengan baik.
  4. Apa perbedaan introvert dan ambivert?
    ⁠Perbedaan antara introvert dan ambivert terletak pada tingkat kecenderungan dalam berinteraksi sosial. Introvert cenderung lebih suka menyendiri dan terasa lebih nyaman dalam situasi yang tenang dan terkontrol, sementara ambivert memiliki keseimbangan antara sifat ekstrovert dan introvert. 

    ⁠Ambivert merasa nyaman, baik itu dalam situasi ramai maupun saat menyendiri. Mereka dapat menikmati interaksi sosial, tetapi juga membutuhkan waktu untuk merenung dan mengisi ulang energi dengan cara menyendiri. 
  5. Apa ciri-ciri orang ambivert?
    ⁠Ciri kepribadian ambivert adalah kemampuan beradaptasi dengan berbagai situasi, serta memiliki keseimbangan dalam interaksi sosial maupun waktu menyendiri. Singkatnya, mereka mampu menunjukkan karakteristik ekstrovert dan introvert secara bergantian.
  6. Apa pekerjaan yang cocok untuk orang ambivert?
    ⁠Pekerjaan yang cocok untuk orang ambivert adalah yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi sosial, tetapi juga memberikan waktu untuk refleksi diri. Contoh pekerjaan yang cocok untuk ambivert adalah psikolog, pengacara, guru, desainer interior, jurnalis, marketing, dan sales.

More from this category: Pengembangan karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Anda dapat membatalkan email kapan saja. Dengan mengklik 'berlangganan', Anda menyetujui Pernyataan Privasi Jobstreet.