Profesional Adalah: Arti, Etika, Contoh, dan Cara Meningkatkannya

Profesional Adalah: Arti, Etika, Contoh, dan Cara Meningkatkannya
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 09 January, 2024
Share

Profesional adalah kemampuan seseorang dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan bidang yang ia tekuni.

Sikap atau keterampilan ini tentunya sangat penting karena dapat mendukung pengembangan karier seseorang. 

Di sisi lain, ketidakmampuan untuk bersikap professional sering kali mendorong terjadinya pemutusan kontrak. 

Hal ini karena individu tersebut dinilai kurang mampu dalam beradaptasi di tempat kerjanya.  

Namun demikian, apa sebenarnya etika profesional itu? Apa sih manfaatnya bagi individu yang menerapkannya? Untuk memahaminya secara lebih mendalam, yuk, simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Profesional? 

Seorang karyawan sedang mempelajari konsep profesional di dunia kerja.

Berikut adalah beberapa pengertian profesional yang dirujuk dari berbagai sumber media. 

Yuk, pahami secara mendalam pengertiannya agar lebih tahu apa sebenarnya sikap atau etika profesional itu.

  • Menurut Cambridge Dictionary: arti profesional mengacu pada orang yang memiliki jenis pekerjaan yang disegani. Hal ini karena, untuk bisa menggelutinya, ia harus mengenyam pendidikan dan pelatihan khusus.
  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI: profesional adalah individu yang mempunyai kepandaian khusus dalam menjalankan tugas yang digelutinya.
  • Menurut Wikipedia: definisi dari profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa sesuai dengan peraturan dalam bidangnya. Untuk itu, ia akan menerima gaji sebagai upah dan sekaligus bisa menjadi anggota suatu organisasi yang fokus di bidang yang dikerjakannya.  

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa seorang profesional dapat diartikan sebagai individu yang berhasil memenuhi kualifikasi tertentu dalam suatu bidang profesi. 

Karenanya, ketika bekerja, seorang professional perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus, serta harus taat terhadap peraturan yang berlaku di lingkup pekerjaannya.

Perbedaan Profesi dan Profesional 

Dua orang karyawan sedang berdiskusi soal perbedaan profesi dan profesional.

Lalu, apa bedanya istilah profesi dan profesional? Perbedaan profesi dan sikap profesional adalah terlihat jelas dari definisi masing-masing.  

Istilah profesi dapat merujuk pada kegiatan atau pekerjaan tertentu yang membutuhkan pendidikan lebih tinggi, keterampilan, ataupun pelatihan khusus bagi pelakunya. Dalam praktiknya, profesi juga mempunyai standar tersendiri.  

Di sisi lain, profesional adalah individu atau orang yang menekuni suatu pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan yang tinggi. Kemudian, ada pula yang namanya profesionalisme. 

Pengertian istilah profesionalisme adalah kemampuan seorang karyawan dalam menempatkan dirinya, baik itu di dalam ataupun di luar sebuah lingkup kerja. 

Untuk bisa disebut demikian, seorang karyawan harus dapat menyelesaikan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai integritas.

Manfaat Memiliki Sikap Profesional di Dunia Kerja 

Seorang karyawan tampak sangat profesional ketika bekerja.

Memiliki sikap profesional tentu menawarkan banyak manfaat, terutama dalam konteks capaian di dunia kerja dan upaya pengembangan diri. 

Adapun manfaat dari sikap profesional kerja adalah sebagai berikut:

1. Memiliki integritas kuat 

Integritas tentunya menjadi landasan utama dalam menunjukkan sisi profesionalitasmu di hadapan atasan ataupun rekan kerja. 

Seorang pekerja juga harus bisa menunjukkan integritasnya dalam berbagai aspek pekerjaan, termasuk selalu bersikap jujur dan konsisten antara perkataan dan tindakan. 

2. Memprioritaskan klien dan consumer 

Agar bisa dikatakan professional, seorang pekerja juga perlu fokus pada tujuan dan kepentingan klien atau konsumennya. 

Dengan demikian, ia pun bisa memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan mereka, serta tahu caranya memberikan pelayanan yang berkualitas. 

3. Pengambilan keputusan yang beretika 

Keputusan yang diambil di dunia kerja harus didasarkan pada prinsip-prinsip etika dan nilai-nilai moral. 

Dengan mengembangkan profesionalisme yang baik, kamu tentunya akan lebih mampu dalam memilih solusi yang adil dan bermanfaat untuk semua pihak. 

4. Pengembangan profesionalisme 

Profesionalisme tidak bisa dibangun secara instan. Namun, kamu harus melalui suatu perjalanan atau pengalaman tertentu untuk bisa mengembangkannya

Maka, dengan memiliki profesionalme yang baik, kamu akan lebih bisa meningkatkan keterampilan dan wawasanmu untuk tetap relevan dengan bidang pekerjaanmu. 

5. Kepercayaan dari orang sekitar 

Kepercayaan adalah fondasi yang dapat membantu kamu dalam menciptakan kolaborasi yang efektif. 

Dengan memiliki sikap profesionalitas yang terasah baik, kamu akan mampu membangun dan mempertahankan kepercayaan orang di sekitarmu. 

Pasalnya, sisi profesionalitas yang kamu tunjukkan dalam bekerja selalu bisa membuatmu bersikap konsisten, transparan, dan setia terhadap semua nilai-nilai etika yang berlaku. 

6. Lebih bertanggung jawab 

Manfaat lainnya dari profesionalisme adalah membuat kamu jadi individu yang lebih bertanggung jawab. 

Hal ini karena seorang profesional harus bertanggung jawab terhadap semua keputusan yang ia ambil dan tindakan yang dilakukannya. 

Ia tahu betul apa dampak dari keputusannya, baik itu terhadap dirinya sendiri ataupun pihak-pihak terkait. 

7. Berkesempatan untuk ditunjuk sebagai pemimpin 

Sikap profesionalitas yang kamu kembangkan juga akan membuatmu sering dijadikan teladan di tempat kerja. 

Pada akhirnya, hal itu akan membuat pihak manajemen mengakui kamu sebagai seorang pekerja dengan kualitas kepemimpinan yang baik. 

Hal itu tentunya secara alami akan memperbesar peluangmu untuk mendapatkan tanggung jawab tambahan atau memperoleh kenaikan jabatan. 

8. Meminimalisasi risiko yang mungkin terjadi saat bekerja

Memiliki sikap profesionalitas yang konsisten juga akan membuat kamu terhindar dari risiko yang mungkin terjadi saat bekerja. 

Sebagai contoh, seorang karyawan yang senantiasa menerapkan dan mematuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan tentunya akan lebih mungkin terhindar dari insiden atau kecelakaan yang bisa merugikan dirinya dan rekan kerja.

Konsep Profesional 

Tiga orang karyawan menunjukkan sikap profesional di lingkungan kerja.

Konsep profesional atau professional menurut penelitian yang dikembangkan oleh Richard Hall terbagi atas lima aspek penting, yakni:  

1. Community affiliation 

Afiliasi komunitas menjadikan ikatan profesi sebagai landasan. Artinya, para profesional kerap memanfaatkan ikatan ini untuk membangun awareness dan identitas profesi mereka. 

Karena dengan berpartisipasi secara aktif dalam suatu ikatan profesi, mereka tidak hanya bisa meningkatkan pemahaman tentang bidang pekerjaan mereka. 

Para profesional tersebut juga dapat memperkuat jaringan komunikasi dan kolaborasi di dalam komunitas profesi yang mereka ikuti. 

2. Autonomy demand 

Autonomy Demand lebih menyoroti pada pandangan bahwa seorang profesional wajib mempunyai kemampuan untuk membuat keputusannya sendiri—atau tanpa adanya tekanan dari luar. 

Kebebasan tersebut dapat mendorong para profesional untuk mengambil langkah-langkah yang dianggap paling baik dalam menjalankan tugas mereka. 

Hal itu pada akhirnya juga akan menghasilkan solusi yang dampaknya lebih optimal. 

3. Belief self-regulation 

Belief Self-Regulation menunjukkan bahwa penilaian terhadap hasil kerja seorang profesional harus berasal dari rekan sesama profesinya. 

Maka jika mengacu pada aspek ini, otoritas yang paling berhak dalam menilai kinerja seorang profesional adalah rekan sesama profesinya, atau bukan pihak eksternal yang tidak punya pemahaman mendalam terkait bidang pekerjaan yang ditekuninya. 

4. Dedication 

Dedication tercermin dari totalitas seorang profesional dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilannya untuk menyelesaikan suatu tugas. 

Selain itu, sikap ini mencerminkan komitmen yang tinggi terhadap suatu bidang pekerjaan. 

Artinya, para profesional tidak cuma fokus pada aspek imbalan semata, melainkan juga memiliki dorongan untuk mengejar kepuasan batin pada semua tindakan yang mereka lakukan. 

5. Social obligation 

Social obligation merujuk pada pandangan tentang manfaat profesi dan dampak positifnya terhadap masyarakat dan profesional itu sendiri. 

Dalam aspek ini, kewajiban sosial dapat diartikan sebagai suatu pemahaman tentang pentingnya peran profesi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Di samping itu, ada pengakuan bahwa keberadaan profesi tersebut dapat memberikan keuntungan, baik bagi individu yang menjalankannya maupun masyarakat secara keseluruhan.  

Dengan kata lain, seorang profesional tidak cuma melihat pekerjaannya sebagai tugas rutin semata. 

Tapi juga menganggapnya sebagai sebuah kontribusi berharga, yang dapat dia berikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan sosial di lingkungannya. 

Melalui konsep di atas, Hall memberi kita gambaran tentang bagaimana seorang profesional tidak cuma terlibat dalam tugas-tugasnya. 

Namun, ia juga memiliki koneksi yang kuat dengan komunitas profesinya, memiliki kemandirian dalam pengambilan keputusan, serta memandang pekerjaannya sebagai suatu kewajiban sosial yang berharga bagi orang lain.

Etika Profesional (Kode Etik) 

Seorang pimpinan proyek sedang menjelaskan etika profesional kepada karyawannya.

Bicara soal etika profesional, aspek ini tentunya sangat berkaitan dengan prinsip-prinsip perilaku profesional yang berlaku di dunia kerja. 

Prinsip-prinsip tersebut umumnya ditetapkan oleh suatu organisasi profesi, yang kemudian dijadikan pedoman bagi anggotanya. 

Para anggota dari organisasi profesi pun memiliki dorongan untuk mematuhi kode etik tersebut secara sukarela sebagai bentuk tanggung jawab mereka.  

Dampak dari kode etik sendiri sangatlah besar terhadap reputasi suatu profesi dan tingkat kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. 

Karena itu, kode etik juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, sebagai upaya untuk tetap relevan dengan situasi yang terjadi di masyarakat saat ini. 

Beberapa unsur dalam kode etik profesi mencakup tanggung jawab profesi, kepentingan umum, kejujuran, kompetensi, objektivitas, perilaku profesional, kerahasiaan, dan standar teknis. 

Tidak hanya itu, seorang profesional juga diharapkan memahami tiga aspek kunci berikut ini:

  • Keterampilan (Skill)
    ⁠Seorang profesional harus memiliki keahlian yang tinggi dalam bidang tertentu, serta menunjukkan kemampuan praktis dan teknis yang memang dibutuhkan di bidang kerja yang ia geluti.
  • Pengetahuan (Knowledge)
    ⁠Seorang profesional diharapkan mampu menguasai dan memahami ilmu-ilmu yang terkait dengan bidang pekerjaannya. Ia juga harus dapat menjadikan pengetahuan tersebut sebagai dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan tepat.
  • Sikap (Attitude)
    ⁠Sikap profesional menunjukkan bahwa seorang individu senantiasa menerapkan etika di setiap aspek pekerjaannya. Sikap ini juga meliputi sifat integritas, tanggung jawab, dan konsistensi dalam bertindak, yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di etika profesi bidang tersebut.

Karakteristik Profesional 

Ilustrasi profesional dalam bekerja.

Profesionalisme di tempat kerja tidak cuma meliputi keterampilan teknis saja. Profesionalisme juga berkaitan dengan karakteristik pribadi yang mencerminkan kualitas seseorang dalam berinteraksi dan berkontribusi di lingkungan kerjanya. 

Jika ingin mendapatkan reputasi sebagai karyawan profesional yang bisa diandalkan, pastikan kamu menunjukkan karakteristik atau ciri-ciri profesional di bawah ini: 

Ketepatan waktu 

Karakteristik yang pertama adalah kamu harus memiliki kemampuan untuk menghormati waktu. 

Artinya, kamu selalu bisa menyelesaikan suatu pekerjaan atau proyek secara tepat waktu. Ini juga menjadi bukti bahwa kamu memiliki sikap disiplin dan pandai dalam mengelola waktu. 

Bertanggung jawab dan bermoralitas 

Ciri ciri profesional berikutnya adalah bertanggung jawab dan bermoral. 

Karena itu, seorang karyawan yang profesional tidak hanya dapat menyelesaikan tugasnya secara baik. Ia juga harus mampu bertindak dengan integritas dan moralitas yang tinggi. 

Memiliki pedoman etika berkualitas 

Pedoman etika yang berkualitas harus menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dan perilaku kamu sehari-hari. 

Hal ini karena profesionalisme juga ditandai dengan adanya sikap taat pada etika—yang mengacu pada prinsip-prinsip moral dan tata nilai yang berlaku untuk bidang profesi tertentu. 

Menyusun perencanaan dengan baik 

Kemampuan menyusun perencanaan yang baik dan efektif juga menjadi kunci kesuksesan dalam dunia profesional. 

Sebab itu, seorang karyawan yang andal harus mampu merencanakan tugas, proyek, atau strategi yang diambilnya secara cermat dan terorganisir. 

Meningkatkan keahlian profesional dan kualitas diri 

Seiring dengan perkembangan dunia kerja yang kian dinamis, kamu tentunya perlu terus meningkatkan keahlian dan kualitas dirimu. 

Karenanya, kamu tidak boleh bosan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sekitarmu. 

Pasalnya, ini juga menjadi salah satu ciri khas seorang karyawan yang sukses menjalankan pekerjaan profesional yang digelutinya.  

Memiliki penampilan yang profesional 

Salah satu ciri dari profesionalisme di lingkungan kerja adalah penampilan yang terkesan profesional

Kamu bisa melakukannya dengan cara mengembangkan kebiasaan untuk selalu mengenakan pakaian yang sopan dan bersih selama berada di kantor. 

Selain itu, lakukan perawatan diri yang baik sehingga penampilan pribadimu dapat mencerminkan tingkat profesionalisme yang diharapkan di tempat kerja. 

Menggunakan bahasa yang profesional 

Aspek lainnya yang mencerminkan karakteristik profesionalisme adalah kemampuan seorang karyawan dalam menggunakan bahasa yang profesional, baik itu secara lisan ataupun tulisan. 

Jadi, saat bekerja, sebisa mungkin hindari penggunaan bahasa slang atau ungkapan yang mungkin tidak dipahami di lingkungan kerjamu. 

Jika kamu dapat menunjukkan karakteristik di atas, tentunya citra profesionalmu di mata atasan atau rekan kerja bakal jadi lebih baik. 

Di samping itu, semua ciri di atas juga dapat menunjukkan bahwa seorang karyawan memiliki integritas, tanggung jawab, dan keterampilan interpersonal yang baik di bidangnya.
⁠  

Contoh Sikap Profesional 

Tiga orang karyawan tampak sangat profesional ketika bekerja.

Adapun contoh profesionalisme dalam bekerja yang harus ditunjukkan oleh seorang karyawan adalah sebagai berikut. Simak baik-baik, ya! 

1. Senantiasa berperilaku sopan 

Contoh yang pertama adalah, seorang karyawan harus selalu menunjukkan sikap yang sopan. 

Ini tentu menjadi suatu keharusan dan sudah dianggap sebagai bentuk profesionalitas yang penting dalam dunia kerja. 

Untuk itu, saat berkomunikasi, baik itu secara langsung maupun melalui telepon, selalu lakukan dengan nada yang sopan.  

2. Menghormati orang lain 

Menghormati sesama rekan kerja, termasuk atasan, adalah hal yang harus selalu kamu pegang teguh. Jangan memandang posisi karena setiap individu yang ada di tempat kerja layak diperlakukan secara baik. 

Selain itu, sikap menghormati sesama tidak cuma akan membantumu dalam memperkuat komunikasi di tempat kerja. 

Hal itu juga bisa menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional dan penuh rasa saling menghargai. 

3. Selalu tepat waktu 

Contoh profesionalitas seseorang juga ditunjukkan lewat cara ia menghargai waktu. Untuk melakukannya, cobalah untuk selalu hadir tepat waktu saat datang bekerja atau rapat tim. 

Selain itu, pastikan pula bahwa semua proyek atau tugas yang kamu kerjakan selalu selesai sesuai dengan tenggat yang ditetapkan.  

4. Bersikap optimis 

Sikap optimis di tempat kerja juga menjadi salah satu contoh dari sisi profesionalitas yang kamu miliki. 

Ini tidak hanya akan memberikan kontribusi positif terhadap produktivitasmu di tempat kerja. Selain itu, sikap tersebut akan membuatmu lebih mudah dalam menyelesaikan pekerjaan. 

5. Mampu memisahkan masalah pribadi dari pekerjaan 

Profesionalisme juga menuntut kemampuan untuk memisahkan masalah pribadi dari lingkungan kerja. 

Artinya, kamu harus fokus pada pekerjaan, dan tidak terpengaruh oleh masalah pribadi di luar kantor. 

Hal ini akan sangat membantu dalam menjaga produktivitasmu dan bisa menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif. 

6. Selalu melakukan yang terbaik 

Contoh lainnya adalah tanggung jawab dan komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik dalam menyelesaikan setiap tugas yang diemban. 

Pun, kamu senantiasa menganggap bahwa setiap tugas adalah sebuah peluang yang dapat kamu pakai untuk mengembangkan diri dan memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.

Cara Mengembangkan Sikap Profesional 

Dua orang pekerja proyek menunjukkan sikap profesional di lingkungan kerja.

Karena profesionalisme kerja adalah salah satu faktor yang dapat mendukung pengembangan karier, yuk tingkatkan keterampilan tersebut dengan cara berikut ini:

Sadari kelemahan diri 

Untuk bisa menjadi seorang profesional yang andal, kamu harus sadar tentang apa kelemahan yang ada di dirimu. 

Lakukan evaluasi diri secara objektif untuk mengidentifikasi area mana saja pada dirimu yang masih perlu ditingkatkan. 

Dengan terus berinisiatif untuk mengatasi kelemahan pada diri, itu akan membantumu untuk meningkatkan daya saing dan kesiapan menghadapi tantangan yang lebih besar. 

Perkuat networking 

Jaringan profesional yang kamu geluti dapat menjadi aset berharga dalam pengembangan kariermu. 

Karena itu, lebih aktiflah dalam berbagai acara industri, seminar, atau forum diskusi yang diadakan untuk bidang pekerjaan yang kamu geluti.  

Selain itu, cobalah untuk membangun relasi yang kuat dengan rekan kerja, atasan, dan profesional lainnya. 

Networking tidak hanya akan memperluas peluangmu di dunia kerja, tetapi juga memberikan wawasan baru dan sumber inspirasi yang bisa membantu dalam pengembangan diri. 

Pertahankan branding positif di platform media sosial 

Profesionalisme tidak hanya tercermin di tempat kerja. Kamu juga harus memastikan bahwa kehadiran online-mu tetap memberikan kesan yang positif di mata atasan. 

Karena itu, pastikan bahwa profil media sosialmu senantiasa mencerminkan citra yang positif. 

Cobalah untuk selalu mem-posting konten yang relevan dengan bidang kerjamu, serta lakukan interaksi online yang beretika guna meningkatkan reputasi profesionalmu. 

Bertanggung jawab terhadap tindakan yang diambil 

Langkah berikutnya dalam mengembangkan sikap profesional adalah selalu bertanggung jawab terhadap setiap tindakan yang kamu ambil. 

Hal ini berlaku, tidak cuma di lingkup pekerjaanmu, tetapi juga dalam interaksi dengan orang lain. 

Maka, selalu pertimbangkan dampak dan implikasi dari setiap keputusan yang kamu ambil. Tidak kalah penting, belajarlah untuk lebih berlapang dada saat menerima kritik dan mau terus belajar dari kesalahan di masa lampau. 

Tingkatkan motivasi diri 

Motivasi yang tinggi juga menjadi kunci dalam mengembangkan sikap profesional. Untuk melakukannya, tetapkan tujuan yang jelas, buat rencana yang detail untuk mencapainya, dan selalu fokus pada pengembangan pribadi dan karier.

Kesimpulan

Dengan menerapkan semua tips di atas, kamu tentunya bisa lebih mudah dalam mengembangkan sikap profesional, yang pada gilirannya akan mendukung pengembangan karier yang lebih berkelanjutan. 

Untuk hasil yang lebih maksimal, yuk, lebih berkomitmen untuk meningkatkan kualitas diri dan menjaga standar tinggi dalam setiap aspek pekerjaan yang dilakukan. 

Baca juga lebih banyak Tips Karier di website Jobstreet by SEEK untuk memperluas wawasanmu terkait hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan diri dan karier. 

Ingin menemukan pekerjaan impian? Gabung di Jobstreet tentu bisa menjadi opsi yang tepat.  

Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!

Pertanyaan Seputar Profesional

  1. Apa yang dimaksud dengan profesional?
    Definisi profesional menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, adalah seseorang yang berhasil mengembangkan keahlian dan pengetahuan khusus yang dimiliki dalam suatu bidang tertentu. Karena itu, mereka umumnya hanya menggeluti pekerjaan atau aktivitas yang membutuhkan kompetensi tinggi saja.
  2. Bagaimana seseorang dapat dikatakan profesional?
    Seseorang bisa dikatakan profesional apabila ia mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Ia menjalankan keduanaya dengan mengandalkan tingkat keahlian yang tinggi, konsisten terhadap etika kerja yang berlaku di perusahaan, mau belajar dari kesalahan di masa lalu, dan senantiasa memberikan kontribusi positif pada bidang pekerjaannya.
  3. Apakah contoh profesional?
    Contoh profesional kerja adalah individu yang bekerja sebagai dokter, insinyur, pengacara, akuntan, dan masih banyak lagi. Dalam hal ini, mereka mempunyai keahlian khusus dalam bidangnya masing-masing, serta telah diakui secara resmi sebagai ahli di bidang tersebut.
  4. Siapakah yang dimaksud dengan kaum profesional?
    Istilah kaum profesional mengacu pada kelompok individu yang mempunyai profesi atau keahlian khusus. Mereka umumnya akan membentuk suatu komunitas yang bertujuan untuk saling berbagi nilai-nilai, etika, dan standar keahlian yang dimiliki.
  5. Apa perbedaan antara profesi dan profesional?
    ⁠Perbedaan antara keduanya terletak pada pengertiannya masing-masing. Sebagai contoh, profesi merujuk pada bidang pekerjaan atau kegiatan yang membutuhkan suatu keahlian, pelatihan formal khusus, dan punya tanggung jawab terhadap masyarakat atau klien yang dihadapi.

    ⁠Sementara itu, profesional dapat diartikan sebagai seorang individu yang mempunyai keahlian dan kualifikasi di suatu bidang tertentu. Dalam kesehariannya, individu tersebut hanya akan menjalankan tugas atau pekerjaan di dalam profesi yang sedang ia tekuni.
  6. Apakah guru merupakan tenaga profesional?
    Ya, tentu saja. Pasalnya, guru telah menjadi profesi yang diakui secara resmi sebagai tenaga profesional. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 yang membahas tentang profesi Guru dan Dosen. Dalam undang-undang tersebut dikatakan bahwa profesi tenaga pendidik, termasuk guru, telah diberikan kedudukan sebagai tenaga profesional.

More from this category: Pengembangan karir

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Anda dapat membatalkan email kapan saja. Dengan mengklik 'berlangganan', Anda menyetujui Pernyataan Privasi Jobstreet.