Evolusi Digital dalam SDM dan Proses Perekrutan

Evolusi Digital dalam SDM dan Proses Perekrutan
Jobstreet tim kontendiperbarui pada 30 June, 2022
Share

The Digital Evolution in HR and the Recruitment Process_cover

Deloitte 2017 Global Human Capital Trends Report mengutip peringkat kejadian yang belum pernah terjadi sebelumnya akan perkembangan teknologi sebagai katalisator kunci yang memaksa para pemimpin Sumber Daya Manusia (SDM) untuk berperan lebih besar dalam menjalankan organisasi untuk “menjadi digital”, tidak hanya “melakukan cara digital”.

Digital Evolusi dalam SDM

Dalam survey mereka pada 10.000 bisnis dan pemimpin SDM dari 140 negara, Deloitte menemukan bahwa “56% dari perusahaan yang disurvei sedang mendesain ulang program SDM organisasi mereka untuk memanfaatkan peralatan digital dan telepon genggam”, sedangkan “51% perusahaan yang disurvei berada dalam proses mendesain ulang organisasi mereka untuk model bisnis digital”.

33% dari tim SDM yang disurvei ditemukan menggunakan beberapa bentuk dari kepandaian buatan (Al) untuk memberikan solusi SDM, dengan 41% secara aktif menciptakan aplikasi telepon genggam untuk pelayanan SDM. Semua ini mendukung kesimpulan Deloitte bahwa   “dalam menjadikannya lebih digital, organisasi-organisasi sedang menghadapi sebuah perintah yang meningkat untuk mendesain ulang dirinya sendiri untuk bergerak lebih cepat, beradaptasi lebih cepat, belajar lebih cepat, dan memenuhi permintaan karir yang dinamis”.

Bagaimana dengan kita yang berada di bagian lain yang berbeda? Bagaimanakah kebiasaan pencarian kerja kita dipengaruhi oleh transformasi digital yang sedang kita alami?

Saluran digital mendominasi pencarian kerja para kandidat

Dalam suatu studi terbaru tentangRecruitment Trends in Southeast Asia by JobStreet.com and JobsDB(Tren Perekrutan di Asia Tenggara oleh JobStreet.com dan JobsDB)lebih dari 8000 kandidat dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam diminta untuk memilih 3 saluran pencarian kerja pilihan mereka.

Platform online jelas terbukti menjadi favorit para responden dari semua negara melebihi saluran-saluran konvensional sepertireferral, pameran pekerjaan, surat kabar, perekrutan kampus, dan acara-acara industri.

Kandidat di Indonesia, Singapura dan Vietnam memilih bursa pekerjaan online sebagai pilihan pertama mereka diikuti denganreferralsebagai pilihan kedua saluran pencarian pekerjaan mereka. Responden di Malaysia, Filipina, dan Thailand akan tetapi memilih melamar melalui  suatu situs halaman karir perusahaan terlebih dahulu, dan bursa pekerjaan online sebagi pilhan kedua.

The Digital Evolution in HR and the Recruitment Process The Digital Evolution in HR and the Recruitment Process_2

Dengan platform online yang jelas merupakan favorit pelamar pekerjaan di manapun, bahkan terdapat tekanan lebih pada organisasi untuk menciptakan sebuah merk ketenagakerjaan digital ( digital employment brand ) yang atraktif dan dapat mengubah perekrutan menjadi suatu pengalaman digital yang positif yang menyediakan kenyamanan telepon genggam untuk para pelamar yang diharapkan bisa didapatkan dan dipertahankan.

Untuk lebih banyak lagi tren perekrutan terkini dan tips karir yang menggebrak, berlanggananlah pada blog kami untuk postingan regular yang dikirimkan langsung ke kotak masuk Anda!

More from this category: Tren gaji & profesi

Telusuri istilah pencarian teratas

Tahukah Anda bahwa banyak kandidat yang menyiapkan resume dan meneliti suatu industri dengan menjelajahi istilah pencarian teratas?

Jelajahi topik terkait

Pilih bidang minat untuk menelusuri karier terkait.

Berlangganan Panduan Karir

Dapatkan saran karier dari ahli yang dikirimkan ke kotak masuk Anda.
Anda dapat membatalkan email kapan saja. Dengan mengklik 'berlangganan', Anda menyetujui Pernyataan Privasi Jobstreet.